Space Iklan

×

Cari Sepatu ?

Di Annah Collection ...Aja..

Belanja Online Asik..
E M O R Y Anarra. Series 77EMO772
sepatu adidas dan nike ori by annah collection
Harga Rp320.000;

Galleri AC

Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Agama Islam Suami Istri.

Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Agama Islam Suami Istri.

Keharmonisan rumah tangga karna ada istri yg mendapingin suaminya kesuksesan suami karna doa sang istrinya,,,,,, tpi maaf yg bawah sebelah pk de  jokowi masi tanda tanya ya,,,,,

Enaknya punya istri soleha... Stia
Seidup idupnya dah...
Dalam suka dan duka....
Keharmonisan Rumah Tangga Menurut IslamKeharmonisan rumah tangga adalah bentuk hubungan yang dipenuhi oleh cinta dan kasih, karena kedua hal tersebut adalah tali pengikat keharmonisan. Kehidupan keluarga yang penuh cinta kasih tersebut dalam islam disebut mawaddah wa rahmah.  Yaitu keluarga yang tetap menjaga perasaan cinta; cinta terhadap suami/istri, cinta terhadap anak, juga cinta pekerjaan. Perpaduan cinta suami-istri ini akan menjadi landasan untama dalam berkeluarga. Islam mengajarkan agar suami memerankan tokoh utama dan istri memerankan peran lawan yaitu menyeimbangkan karakter suami (Muhammad M. Dlori, Dicinta Suami (Istri) Sampai Mati., hal 30-32) Allah berfirman dalam QS Ar-Rum: 21


Judul artikel Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Agama Islam Suami Istri
  • Artinya: Dan di antara tanda- tanda kekuasaanNya iala: dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berfikir. (QS Ar-rum: 21). (Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya., hal 644)

Pembentukan keluarga hendaknya diniatkan untuk menyelenggarakan kehidupan keluarga yang penuh dengan semangat mawaddah wa rahmah dengan selalu mendektkan diri kepada Allah dan mendambakan keridhaannya, limpahan hidayah dan taufiq-Nya. Kehidupan keluarga yang didasari oleh niat dan semangat beribadah kepada Allah, insya Allah keluarga yang demikian akan selalu mendapat perlindungan dalam mendapatkan tujuan-tujuannya yang penuh dengan keluhuran. (Hasan Basri, Keluarga Sakinah Tinjauan Psikologi dan Agama., hal, 27)

Keluarga harmonis adalah rumah tangga yang senantiasa memelihara janji suci kedua pasangan yang berlandaskan tuntunan agama. Dalam kehidupannya suami isteri selalu berdiri pada batasan masing-masing berdasarkan hak dan kewajibannya. Kehidupan keluarga yang harmonis terdapat corak kehidupan surgawi. Dalam keluarga semacam inilah rahmat ilahi tercurah. Rumah tangga mereka merupakan pusat pertumbuhan dan perkembangan nilai-nilai kemanusiaan. Anak-anak dari keluarga ini akan menebarkan rasa kasih sayang juga. Kehidupan rumah tangga dijadikan ajang untuk meraih kesempurnaan, dengan ketentraman keluarganya mereka berusaha mendekatkan diri kepada Allah, dan jalan yang mereka tempuh adalah jalan Allah, akhirnya hasil jerih payah mereka adalah kebahagiaan(Ali Qaimi, Menggapai Langit Masa Depan Anak., hal 14-15)

Kasih sayang yang tertanam dalam hati dan menjadi kelembutan dalam sikap, tindakan dan ucapan akan memberikan hamba tersebut ketenangan kalbu. Karenanya pasangan yang tingkah lakunya lembut akan mendapatkan banyak kebahagiaan dalam kehidupannya.

Cinta akan berakar pada temperamen yang lembut pada siapapun yang dicintai. Begitu pula dalam keluarga, jika suami mempu besikap lembut pada istrinya, terhadap anaknya, terhadap manyarakat, maka suasana akan dirasa nyaman, keluarga menjadi harmonis, punya banyak teman, disukai dan dihormati oleh masyarakat.( Muhammad M. Dlori, Dicinta Suami (Istri) Sampai Mati.,hal 34-35)  Firman Allah dalam Ali Imran  ayat 159:
  • Artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Ali Imran  ayat 159). (Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya.,hal 103)

Istri harus menjadi pendamping suami secara bersungguh-sungguh sebagai bentuk penjagaan cinta. Ia dituntut untuk lebih mengerti dan bisa menempatkan diri dan kondisi. Perasaan cinta suami bertambah apa bila istri sanggup memotivasi, mengiburnya di kala susah, menenagkannya di kala gundah, tidak banyak mengeluh dikala kekurangan, juga sanggup tersenyum pada suami dengan tulus. Ada beberapa sikap istri yang dapat dijadikan teladan dengan merujuk pada perkataan Siti Aisyah:

”Ada beberapa sifat istri yang patut dijadikan contoh sesuai dengan yang dimiliki Siti Khadijah. Yakni: bersikap benar dan menaati allah, berkata jujur, memberi kepada yang meminta, membalas kebaikan orang, menyambung silaturrahim, sanggup tersenyum di kala suami sedang rugi,menghormati tamu, membahagiakan tamu, mempunyai sifat malu.”( Muhammad M. Dlori, Dicinta Suami (istri) Sampai Mati.,hal 79)

Komentar